KAMU YANG BERUBAH



Aku selalu bersabar dengan sikap dan tindakanmu,
Sebegitu tak berhargakah aku dimatamu?
Sebegitu tidak bernilaikah aku dihidupmu?

Aku tidak pernah berkata BOSAN dan MALASdengan sikapmu.
Aku tak pernah berkata LELAH dengan semua perlakuanmu.
Tapi,,,, tapi mengapa kau selalu berkata BOSAN, MALAS, dan LELAH dengan sikapku?
Apakah dari semua kesabaran dan keikhlasanku ada hal tersembunyi yang membuatmu resah dan risih? Yang membuatmu tak ingin ditunggu dan tak ingin diharapkan lagi.
Aku hanya ingin meminta sedikit saja pengertianmu, sedikit saja perhatianmu agar kau tetap menganggapku ada, seperti aku yang selalu menganggapmu ada.

Aku tahu, mungkin kesibukanmu telah mengubah cara berpikirmu, yang juga ikut mengubah perasaanmu.
Mungkin, kamu tidak lagi mengharapkanku seperti dulu.
Mungkin, aku bukan siapa-siapa lagi dihatimu.
Dan, kemungkinan yang tidak pernah ingin kuketahui bahwa kamu tak ingin lagi diingatkan agar tidak telat makan olehku, bahwa kamu tak ingin lagi diperhatikan kesehatannya serta pola makannya olehku, bahwa kamu tak ingin lagi membagi semua kesedihan dan kebahagiaanmu untukku satu-satunya.
Ternyata, kata BOSAN itu sangat berpengaruh dalam suatu hubungan, seiring berjalannya waktu, seiring dengan datangnya orang-orang baru di lingkunganmu sehingga sedikit demi sedikit mereka telah menggantikan tugas wajibku untuk memperhatikan dan mencoba mengerti keinginanmu. Kamu yang sekarang, kamu yang telah berubah, kamu yang tidak lagi aku kenal.

0 Comments:

Posting Komentar